Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Apakah Kamu Mencintai Seperti ini?

1. Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu-satunya.

2. Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah/gila/jengkel/stres. Tp ia tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karna semua yg ia lakukan adalah utk kebaikanmu.

3. Seseorang yg mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dlm hatinya kamu adalah yg terbaik, hanya ia yg tau.

4. Seseorang yg mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tdk membalas pesannya atau telp nya, karna ia peduli dan ia tdk ingin sesuatu terjadi ke kamu.

5. Seseorang yg mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup/berdenyut/bergetar utk kamu.

6. Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan,bahkan yg tdk sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.

7. Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan memberikan janji apapun dgn mudah, karena ia tdk mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman selama lamanya.

8. Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw setiap detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk peduli hari apakah hari ini.

9. Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata Aku mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg ia lakukan utk kamu adalah utk menunjukkan bhw ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu. Seseorang yg benar2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dengan sendirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia/tersenyum.

10.Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke airport utk menjemput kamu,dia tdk akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan: "Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?" dengan hatinya yg tulus. Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam. Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah, penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang,penjelasannya baru akan benar2 bekerja/manjur/berguna.

12.Seseorang yg mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yg telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ' I LOVE U ' ada di dalam dompetnya dan Seseorang yg mencintaimu, jarang mengatakan kata2 manis. Tp kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua......

13.Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu berusaha membuatmu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu..

14.Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri.

15.Seseorang yang mencintaimu...akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial. Karena ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.

Seseorang yg benar2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia/tersenyum

Read More......
Category: 0 komentar

Belajar Cinta Dengan IlmuNya

Apakah yang anda ketahui tentang cinta?
Apakah anda sedang/pernah jatuh cinta?
Apakah anda ingin jatuh cinta?
Apa/siapakah yang anda cintai?
Untuk siapakah cinta anda?


Hanya sekedar saling mengingatkan, dan mereview kembali tentang ilmu cinta. Dan sekaligus mungkin menjawab beberapa pertanyaan diatas. Perlu kita sadari ketika kita berusaha menggali dan memahami cinta, tentunya banyak dari kita yang tidak menemukan makna dan maksud dari cinta itu sendiri. Jadi, cinta itu tak dapat didefinisikan. Lalu bagaimanakah dengan cinta yang selama ini ada dalam hidup kita? Sesungguhnya cinta itu ada atau tidak? Cinta adalah fitrah manusia, dan ia bisa menyelematkan dan menjerumuskan manusia itu sendiri.

Imam Ibnu al-Qayyim mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri. Kebanyakan orang hanya memberikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan, kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus Salikin 3/11).

Beberapa definisi cinta:
  • Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).
  • Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.
  • Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia (yang dicintai) daripada diri dan harta sendiri, seia-sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang.
  • Mengembaranya hati karena mencari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya.
  • Menyibukkan diri untuk mengenang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya.
Dari uraian di atas, menurut saya dalam memahami cinta kita tidak perlu mencari arti kata cinta tersebut karena itu sulit dan yang pasti kita semua membutuhkan cinta, mencintai dan atau dicintai. Dan harus jeli serta konsentrasi dalam mencintai dan mengharap cinta agar kebahagiaan dan ketentraman bernar-benar terwujud serta tak tertipu oleh kesenangan yang semu dan sementera.
Apabila kita berbicara tentang cinta, maka kita akan selalu membicarakan cinta manusia antar jenis kelamin, pria dan wanita. Mengapa kita begitu naif? Padahal cinta itu tidak hanya demikian. Ada cinta terhadap sahabat, ilmu, keluarga, tahta, harta, bahkan cinta kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Cinta memang fitrah manusia, ada dalam setiap jiwa manusia yang hidup. Namun, ia bukan lagi cinta yang suci dan murni (nonfitrahwi) apabila cinta itu tidak dinakhodai oleh cahaya Ilahi.
Allah berfirman dalam ayat 24 dari surat At Taubah, katakanlah, “jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu peroleh, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kaum yang fasik.

Ayat ini memberi peringatan agar manusia selalu mengutamakan cinta kepada Allah Ta’ala, Rasul-Nya, dan berjihad di jalan-Nya dan jangan sampai cinta manusiawi menyaingi bahkan mengalahkan cinta agung tersebut. Syari’at Islam yang agung ini tidak menafikan adanya perasaan cinta atau melarang cinta itu tumbuh dan bersemai tetapi syari’at mengatur dan memberi petunjuk agar cinta yang fitrah manusia ini bermanfaat, membawa kebahagiaan, dan berada pada jalur yang semestinya. Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. (HR. Adailami).

Secara sederhana cinta terbagi dua, yaitu cinta ukhrawi dan duniawiCinta ukhrawi adalah cinta yang harus dipelihara dan diberikan nutrisi agar ia kokoh dan tegas dalam menjalani pelbagai peliknya kehidupan. Ia juga akar dari segala cinta karena cinta yang lain akan ikut sehat apabila ia juga sehat, dan sebaliknya. Berdasarkan firman Allah swt tersebut di atas cinta ukhrawi ada 3 (tiga). Pertama, cinta kepada Allah (QS. 2 : 165). Dalam hal ini Allah ‘Azza wa Jalla patut ditempatkan pada urutan pertama, ia adalah cinta dari segala cinta. Cinta yang memberi kebahagiaan hakiki ketika bersuka, dan cinta yang memberi ketabahan/kesabaran ketika berduka;Allahush shamad (Allah tempat bergantung). Cinta ini adalah cinta yang menerangi kehidupan.Kedua, cinta kepada Rasulullah saw, tentunya tanpa menafikan para nabi dan rasul lainnya, cinta ini yang menjadi tolak ukur iman seseorang sebagaimana ketika Rasulullah saw bertanya kepada Umar ra tentang apa yang paling Umar al-Khaththab cintai. Bahkan ketika perang Uhud ada seorang sahabat yang menyerukan beberapa anaknya untuk menjaga keselamatan Rasul tercinta hingga anak-anaknya tersebut syahid. Ketiga, cinta dalam berjihad di jalan Allah. Ini adalah suatu seruan berjuang untuk dinullah al-karim serta istiqamah di atas jalan jihad tersebut. Baik jihad harta maupun jiwa (QS. 9 : 111,  61 : 10-11).

Cinta duniawi adalah cobaan bagi manusia, dengannya manusia akan meraih kebahagiaan dan dengannya pula manusia akan mendapat kesengsaraan. Cinta duniawi ini yang sering melalaikan manusia dari cinta ukhrawi karena ia selain suatu nikmat tetapi juga ujian dan di sini pasukan iblis mengambil perannya menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan, neraka. Pada bagian ini manusia sulit membedakan antara al-haq dan al-bathil, benar dan salah, fitrah dan nafsu, hidayah dan bisikan syetan; sehingga lahir pepatah love is blind. Cinta duniawi ini banyak jenisnya:pertama, cinta kepada orang tua. Ini adalah landasan seorang anak berbakti kepada orang tuanya. Bahkan kalau mau dibandingkan seorang anak yang berhaji bersama ibunya sebanyak 7x kalipun dengan berjalan kaki belum dapat membalas jasa ibu yang melahirkan dan mendidiknya. Kedua, cinta kepada anak dan kerabat. Anak dan keluarga akan menjadi penerus dan kebanggaan sehingga dalam mencurahkan cinta dan kasih sayang banyak orang tua yang mengorbankan segalanya sampai tidak memperhatikan diri sendiri. Apabila ia baik maka melahirkan generasi rabbani dan apabila ia buruk akan melahirkan generasi yang toleh. Ketiga, cinta kepada istri/suami. Ini adalah cinta suci yang dibangun dalam suatu ikatan mulia pernikahan. Beberapa manusia mudah terbiar oleh cinta model ini. Dan pada akhir zaman ini, banyak yang memulai cinta ini dengan salah langkah. Keempat, cinta kepada kesenangan dunia; persahabatan, tahta, harta kekayaan, tempat tinggal, dsb. Hal ini akan dihilangkan apabila kita mau menerima ajaran dan praktek-praktek sufisme. Untuk model cinta ini sebaiknya kita mengutamakan sikap zuhud.

Dari seluruh model cinta duniawi yang cukup menarik menjadi perbincangan adalah cinta kepada lawan jenis. Sesungguhnya ia merupakan nikmat yang tak terungkap karena ia akan tersimpan di dalam lubuk hati. Dan karenanya pula banyak kalangan pemuda-pemudi yang terjebak oleh panah asmara, karena sifatnya yang sulit ditebak dan mudah berubah, terlahir pepatah cinta monyetuntuk kalangan remaja sekolah. Dalam hal ini syetan sangat mudah dalam membisikan keburukan dan kejahatan ke dalam dada manusia. Oleh karena itu, Rasulullah saw menghimbau untuk menjaga pandangan (24 : 30-31) dan melarang sikap khalwat serta ikhtilat"Telah ditulis atas anak Adam bagiannya dari hal zina yang akan ditemui dalam hidupnya, tidak bisa tidak. Zinanya mata adalah melihat, zinanya telinga adalah mendengar, zinanya kaki adalah berjalan, dan zinanya hati adalah keinginan dan berangan-angan, dan semua itu dibenarkan atau didustakan oleh kelaminnya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Nah, karena rasanya yang menggebu-gebu dan beberapa kasus/orang cukup sulit pengendaliannya maka terciptalah budaya pacaran bahkan ada idiom cinta itu kentut. Sesungguhnya Islampun tidak melarang umatnya berpacaran, “bermesraan”, atau berbagi kasih kepada orang yang dicintai, di dalam Islam hal ini boleh dilakukan bahkan harus ketika dua insan telah terikat dalam suatu pernikahan; (ayo...! siap menikah? Lebih menjaga lho...).

"Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik." (Ali Imran: 14).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, artinya: "Tidaklah ada suatu cobaan yang terjadi sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki, yang melebihi bahayanya adalah cobaan yang berhubungan dengan soal wanita". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqqinmenyatakan, ada tiga faktor yang menyebabkan tumbuhnya perasaan cinta, yaitu:
  • Sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang yang membuat ia dicintai oleh kekasihnya.
  • Perhatian sang kekasih terhadap sifat-sifat tersebut.
  • Pertautan antara seseorang yang sedang jatuh cinta dengan orang yang dicintainya.
Dengan kelengkapan ketiga faktor cinta yang dikemukakan oleh Ibnul Qayyim tersebut, maka terbuktilah tali percintaan, dan akan menjadi lemah jika terdapat kekurangan dari ketiga faktor itu. Hal ini diakui oleh Islam dan oleh semua pihak yang menentang Islam. Tapi Islam membedakan antara cinta dan seks sebagai nafsu. Cinta adalah mawaddah wa rahmah, sedang nafsu seks sebagai naluri adalah nafsu syahwat. Keduanya hanya bisa bersatu dalam perkawinan, karena berseminya cinta yang terjadi sesudah pernikahan adalah cinta yang dijamin oleh Allah Ta'ala, sebagaimana tercantum dalam surat Ar-Rum ayat 21, artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Dari ayat di atas dapat kita simpulkan, bahwa Islam tidak mengenal percintaan sebelum perkawinan yang sah, apalagi dengan pengumbaran nafsu syahwat, sehingga menjadi naluri dan cenderung mengajak pada perbuatan-perbuatan yang mengundang murka Allah Ta'ala, sebagaimana telah termaktub dalam Surat Yusuf ayat 53, artinya: Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: "Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya."
"Bohong!", itulah komentar sinis mereka guna membela nafsu syahwatnya, untuk melegimitasi percintaan secara haram. Bahkan lebih parah lagi, mereka berani bersumpah, cinta yang dilahirkan bersama sang kekasih adalah cinta suci, bukan cinta birahi dan syaithani. Padahal yang dijaga dalam Islam bukanlah semata-mata perihal kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja, tetapi lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan, kaki dan sekujur anggota tubuh. Bahkan kesucian hati juga wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan bukan mahramnya, zinanya hati adalah membayangkan dan menghayal, dan zinanya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan mahramnya[1]. Untuk lebih sederhananya dalam Islam cinta tidak melahirkan pernikahan, tetapi pernikahanlah yang melahirkan cinta; merasa sedang jatuh cinta, MENIKAHLAH!

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, 'Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku." (HR. Muslim)

Dari Mu'adz bin Jabal ra, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, "Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (HR. Ahmad).

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah ra, diceritakan, "Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, 'Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini', jawabnya, 'Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?' 'Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla', jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, "Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia."

Ungkapkan Cinta Karena Allah
Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, "Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya." (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

Beberapa catatan dan pesan:
  • Cinta kepada Allah Ta’ala adalah cinta tertinggi dan teragung, peliharalah dia niscaya Allah akan menjagamu dengan cinta-Nya. Dan cinta model tidak sejalan dengan sikap cinta orang-orang sufi (tasawuf).
  • Cinta kepada Rasul Allah dan berjihad di jalan Allah juga penting. Buktikanlah dengan berpegang teguh pada sunnah Rasulullah saw dalam memposisikan diri dalam manhaj para Nabi dalam berjihad dan berdakwah.
  • Cintailah agama ini dengan mendalami ilmunya dan mendakwahkannya.
  • Cinta duniawi, pelihara dan jagalah dengan pancaran cahaya Ilahi yaitu ilmu din, bukan ilmu filsafat dan sikap pluralisme.
  • Cintailah manusia niscaya mereka mencintaimu. Dan ungkaplah perasaan cintamu kepada orang yang engkau cintai (sesama jenis kelamin), dan kepada orang tuanya apabila ia seorang pria atau wanita.

Maraji' (sumber):
  1. Alquran al-karim.
  2. Buletin An Nur: (dari situs yayasan Al Sofwa Ã  www.alsofwah.or.id)


    1. Cinta dan Mencintai Allah oleh Abu Muhammad.
    2. Wanita, Cinta, dan Naluri Seks dalam Tinjauan Islam oleh Abu Abbas.


  3. Faiz Almath, Muhammad. 1974. 1100 Hadits Terpilih; Sinar Ajaran Muhammad terj. Jakarta : Gema Insani Press.

Read More......
Category: 0 komentar

Untuknya...


Rabbi
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya

Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Cahya-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian

Rabbi...
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...
 
 
 
(Dikutip dari:  Derap-derap Tasbih - Hadi S. Khuli)

Read More......
Category: 0 komentar

Tentang Cinta


Cinta adalah sebuah karya dalam dunia yang kecil, bersembunyi dengan manis di setiap hati manusia, akan menyerebak dengan harum ketika sentuhan kecil itu menyentuh hati tanpa ragu, sehingga kamu lupa kapan kamu pernah mencintai seseorang.

Cinta adalah kerahmatan yang diberikan padamu sejak kau pertama kali bernafas di dunia, bersama hembusan kasihnya menemani karpet merah kehidupanmu.

Cinta adalah sebuah penerimaan tanpa sebuah tuntutan, dia bukan sebuah keegoisan untuk setiap ketidakberdayaan, tapi dia adalah penopang untuk setiap kekalahan.

Cinta adalah kepasrahan jiwa, sebuah keindahan tanpa sebuah kecemburuan, karena cemburu akan menjadikan cinta sebagai awal sebuah perpecahan.

Cinta adalah keikhlasan untuk terus memberi, tanpa harus mendapatkan sesuatu dari apa yang telah diberi, dia murni bagai air yang terus mengalir mengenangi tanah-tanah gersang.

Cinta adalah sebuah ungkapan tanpa suara, ia terbaca dengan sikap, tatapan mata dan melodi jeritan hati yang akan terdengar oleh hati-hati manusia yang memiliki seribu cinta dihatinya.

Pecinta sejati adalah mereka yang tidak pernah menyiakan waktu mereka untuk berujar "Aku mencintaimu", tetapi nafas, sikap dan tatapan mereka adalah sebuah ungkapan tanpa butuh sebuah jawaban dan pembalasan untuk setiap cinta yang pernah dia berikan.

Pecinta sejati bukanlah orang yang memuja cinta, dia memberikan ribuan cinta, kasih dan sayang dengan tangan-tangannya dan terus meniupkan helaian demi helaian mawar cinta untuk setiap orang disekelilingnya.

Pecinta sejati adalah kekasih yang tak perlu banyak bicara untuk sebuah jalinan kasih, dia memberikan pita-pita cinta untuk setiap kado yang akan diberikan kepada orang yang dicintainya setiap menitnya, tak pernah lelah untuk terus mencintai dan tak pernah menuntut untuk mendapatkan kesempurnaan kekasihnya, tetapi ia membiarkan kekasihnya tumbuh dengan dewasa dengan cinta yang ia berikan, memberi bimbingan ketika kekasihnya salah arah.

Pecinta sejati, bukanlah mereka yang bodoh untuk mencintai orang-orang yang hanya bisa menuntut, meminta hak, memberikan ribuan kecemburuan yang akan menghujamnya hingga luapan kemarahan akan membuatnya untuk berhenti bersama mereka walaupun ia tak akan berhenti untuk mencintainya.

Pecinta sejati adalah mereka yang memiliki pendi
rian untuk mencintai seseorang, mereka adalah orang dengan insting tajam yang tahu kepada siapa mereka akan berjalan seumur hidupnya, memberikan kediaman terdamai di dunia untuknya dan kekasih sejatinya.

Pecinta sejati adalah mereka yang selalu menggenggam tangan kekasihnya dengan erat, merangkul sahabat-sahabatnya, memberi sebuah jawaban untuk setiap pertanyaan tanpa amarah tetapi dengan senyuman yang menyejukkan jiwa.

Pecinta sejati bukanlah pujangga picisan yang berteriak tanpa pembuktian, yang berjalan tanpa tentu arah, ia berjalan dengan keharuman yang akan ia semerbakkan untuk membangunkan emosi yang lain untuk bisa saling mencintai, karena sesungguhnya manusia adalah untuk saling mencintai..

Pecinta sejati adalah mereka yang tak pernah berhenti untuk mencintai seseorang walau waktu mereka telah habis di dunia, walau matanya tertutup dalam panggilan suci-Nya, cintanya akan terus ada mengiringi kehidupan-kehidupan lain yang akan terus berjalan dan yang akan mengenang semua cinta yang pernah diberikannya. Sebuah ungkapan cinta dari sudut kecil mata hatiku, setiap ia menyentuh tanpa ragu, diungkapkan untuk menyentuh hati para pecinta yang masih berusaha untuk mencinta, punya segudang cinta yang akan terus diberikan untuk mereka yang dicintainya, untuk Tuhan, keluarga, kekasih dan orang disekelilingnya.

CINTA akan menuntun hidupmu lebih baik, bersama keanggunannya akan membuat hatimu lebih indah dan auramu lebih cantik.

Dan Ramadhan ini adalah awal bagiku untuk belajar memaknai lebih dalam atas cinta yang telah Allah tanamkan dalam hati, agar mampu hidup manfaat, lebih baik lagi.

Read More......
Category: 0 komentar

Aku Mencintaimu Karena Allah


Dalam hadist yang diriwayatkan dari Anas bin Malik dikisahkan.

Ada seorang sahabat yang berdiri disamping Rosulullah Shollalahu Alaihi Wa Sallam, lalu seorang sahabat lain lewat dihadapan keduanya. Orang yang berada disamping Rosulullah itu tiba-tiba berkata  „Ya Rasulullah, aku mencintai Dia.“
"Apakah  engkau telah memberitahukan kepadanya?“, tanya Nabi.
"belum" jawab orang itu.
Rosulullah berkata, "Nah, kabarkanlah kepadanya!“.
Kemudian orang itu segera berkata kepada sahabatnya. "Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.“
Dengan serta merta orang itu menjawab, 'Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya“. (HR. Abu dawud)

Rasulullah sering menganjurkan para sahabat untuk menyatakan rasa kasih sayang terhadap sahabat lainnya. Suatu ketika Beliau bersabda, "apabila seorang muslim mencintai saudaranya (karena Allah) hendaklah dia memberitahukan (kepadanya)“ (HR. Abu dawud dan Tarmidzi)

Membicarakan cinta sangatlah luas maknanya. Cinta itu artinya suka atau senang. Orang betawi bilang “demen”. Mengapa seseorang itu kita senangi? Kerena dia pasti berkenan di hati kita. Karena hati merasa terkontak. Jadi standard cinta itu ada di hati. Cinta bersumber dari ketakjuban. Jika ketakjuban ini berlandaskan karena Allah alangkah indah rasanya.

Sayang kebanyakan kita telah salah persepsi dengan cinta, dimana makna cinta telah bergeser kepada birahi atau syahwat. Bila kata “cinta” diungkapkan, persepsi kita langsung menggambarkan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah. padahal tidak semua cinta berorientasi syahwat, bahkan ada cinta yang merupakan suatu yang syar’i, suci, dan imani yaitu mencintai orang lain karena Allah dan iman kepada-Nya.

Ajaran islam menghendaki agar cinta antara sesama manusia dapat berlangsung karena mencintai dan mengimani Allah. Standardises cinta ditentukan oleh iman dan amal sholeh dari orang yang dicintainya itu. Semakin tinggi keimanan seseorang, semakin untuk dicintai. Untuk itu, Allah telah mewujudkan bahwa iman itu sebagai sesuatu yang indah di hati orang-orang mukmin.

Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Salam bersabda, “Janganlah kalian menganggap sepele dari kebaikan sedikitpun, Walaupun hanya dengan menyapa saudaramu dengan muka manis” (HR. Muslim)

“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Al-hujarat :7-8)

Memiliki rasa cinta kepada iman dan orang-orang mu’min merupakan rahmat dan karunia Allah yang besar. Ini merupakan kasih sayang Allah kepada setiap insan Mu’min. rasulullah bersabda, “Tiang yang paling kokoh dan iman adalah mencintai karena Allah dan membencin karena Allah" (HR. Muslim)

Karena itulah mencintai sesama muslim merupakan salah satu diantara parameter keimanan seseorang. Untuk memperkokoh parameter cinta karena iman ini, para sahabat nabi sering berdoa dengan ungkapan. “Ya Allah jadikanlah kami mencintai iman, dan jadikanlah iman itu indah didalam hati kami. Dan bencikanlah kami kepada kekafiran kefasikan dan kedurhakaan. Dan jadikanlah kami tergolong orang-orang yang benar".

Berlandaskan cinta kepada iman inilah setiap muslim wajib mencintai saudaranya sesama mu’min. Rasulullah Shollalahu Alaihi wasalam bersabda “Tidak beriman salah seorang kamu sehingga mencintai saudaranya (sesama muslim) seperti mencintai dirinya sediri." (HR. Muslim)

Iman kepada Allah dan Rasul serta cinta kepada sesama muslim tak mungkin terpisah. karena seluruhnya merupakan satu kesatuan. Dengan landasan cinta inilah persaudaraan (ukkuwah) itu terbentuk diantara sesama muslim.

Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang."
(Al Quran Al Karim Surah Maryam ayat 96)

"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat". (Al-Hujarat : 10)

Kecintaan seorang muslim terhadap muslim lainnya tentu bukan disebabkan nafsu syahwat yang memuncak dalam perasaannya, tetapi karena kesadaran terhadap ukhuwah dan peningkatan iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kecintaan terhadap akhlaq yang mulia atau ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah. Karena itu, ungkapan cinta mereka bukan merupakan pernyataan gombal diantara mereka seperti halnya ungkapan-ungkapan cinta oleh orang-orang sekarang yang mengikuti dari golongan non muslim yang hanya disampaikan setiap hari valentine saja. Tapi haruslah mengungkapkannya seperti yang disunnahkan oleh Rasululah.

Islam membimbing kita agar mengutarakan perasaan cinta ini dengan terus terang yaitu uhibbuka fillah atau uhibbuki fillah. Ungkapan ini membedakan antara cinta yang dilandasi iman dengan cinta yang berdasarkan syahwat. manakala seorang muslim menerima perkataan ini maka ia hendahnya menjawab Ahabbakallah lima ahbabtani iyyahu (semoga Allah mencintai anda disebabkan kecintaan anda kepadaku kepada Dia). Ungkapan mesra seperti ini akan menambah eratnya tali ikatan ukkuwah diantara sesama muslim.

Akhir kata, tak ada kata cinta untuk Valentine, melainkan kata "Aku Mencintaimu Kamu karena Allah" mulai hari ini hingga selamanya.

Read More......
Category: 0 komentar

Search This Blog

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

choiriyah fitriani amiliyah. Diberdayakan oleh Blogger.