Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Matematika Kehidupan = Kesetimbangan Hidup


Belajar matematika itu sulit? 
Bisa dipastikan jawabannya IYA. 

Tapi saya ingin mengajak teman-teman sekalian untuk membuat matematika menjadi sesuatu hal yang menyenangkan dan indah.
Mari kita melihat kehidupan kita dari sudut pandang matematika. Betapa hidup itu indah seperti persamaan yang ada pada matematika yang harus setimbang antara ruas kiri dan kanan!
Contoh persamaan misalnya:
4x + 10y = 1000

Hidup adalah memasukkan nilai x dan y agar mencapai hasil akhir yang sama dengan nilai persamaan, dalam hal ini misalkan 1000.

Jadi..., sama seperti matematika, hidup harus hidup harus diukur dan diperhitungkan dengan cermat agar lebih nyaman untuk dijalani.

Selamat menghitung matematika kehidupan teman-teman masing-masing agar mendapat pola kesetimbangan yang sesuai dengan ukuran teman-teman.....



Read More......

Matematika Itu Indah


Banyak orang yang mengatakan matematika itu sulit, menjemukan dan membuat kepala botak. Dan yang lebih ekstrem lagi mengatakan mengapa harus ada matematika di dunia ini?!

Sebetulnya matematika tidak sulit, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Berikut ini akan saya tampilkan pola-pola matematika yang menggambarkan sebenarnya matematika itu indah....

0 x 9 + 0 = 0 
1 x 9 + 1 = 10 
12 x 9 + 2 = 110 
123 x 9 + 3 = 1110 
1234 x 9 + 4 = 11110 
12345 x 9 + 5 = 111110 
123456 x 9 + 6 = 1111110 
1234567 x 9 + 7 = 11111110 
12345678 x 9 + 8 = 111111110 
123456789 x 9 + 9 = 1111111110 
1 x 1 = 1 
11 x 11 = 121 
111 x 111 = 12321 
1111 x 1111 = 1234321 
11111 x 11111 = 123454321 
111111 x 111111 = 12345654321 
1111111 x 1111111 = 1234567654321 
11111111 x 11111111 = 123456787654321 
111111111 x 111111111 = 12345678987654321 

Another Magic of Math 

1 x 8 + 1 = 9 
12 x 8 + 2 = 98 
123 x 8 + 3 = 987 
1234 x 8 + 4 = 9876 
12345 x 8 + 5 = 98765 
123456 x 8 + 6 = 987654 
1234567 x 8 + 7 = 9876543 
12345678 x 8 + 8 = 98765432 
123456789 x 8 + 9 = 987654321 

trus coba ... 

1 x 18 + 1 = 19 
12 x 18 + 2 = 218 
123 x 18 + 3 = 2217 
1234 x 18 + 4 = 22216 
12345 x 18 + 5 = 222215 
123456 x 18 + 6 = 2222214 
1234567 x 18 + 7 = 22222213 
12345678 x 18 + 8 = 222222212 
123456789 x 18 + 9 = 2222222211 
Coba yg ini.... 
123456789 + 987654321 = 1111111110 
1 x 142857 = 142857 (angka sama) 
2 x 142857 = 285714 (angka sama beda urutan ) 
3 x 142857 = 428571 (angka sama beda ururan) 
4 x 142857 = 571428 (angka sama beda urutan ) 
5 x 142857 = 714285 (angka sama beda urutan) 
6 x 142857 = 857142 (angka sama beda urutan) 
7 x 142857 = 999999 ( waw......suatu hasil yang Fantastis ) 
ada lagi lho.......udah tau belum? bilangan sembarang jika dikalikan 9 maka jumlah hasilnya = 9 kita buktikan..... 
1 x 9 = 9 
2 x 9 = 18, jumlah 1 + 8 = 9 
3 x 9 = 27, jumlah 2 + 7 = 9 
4 x 9 = 36, jumlah 3 + 6 = 9 
dst. sampai tak terhingga 
Ada lagi.... 22 x 9 = 198, .....cara cepatnya 2 x 9 = 18, lalu selipkan angka 9 ditengah, jadi 198....ok buktikan sendiri cara cepatnya berikut ini... 33 x 9 = 297, cara cepat 3 x 9, selipkan 9 ditengah 
44 x 9 = 396 
55 x 9 = 495 
66 x 9 = 594 
77 x 9 = 693 
88 x 9 = 792 
99 x 9 = 891 
lalu bagaimana dengan 3 angka kembar ? sama aja tuch tinggal selipkan 99 ditengahnya cara cepat 2 x 9= 18, selipkan 99 ditengah 
222 x 9 = 1998 
333 x 9 = 2997 
444 x 9 = 3996 
555 x 9 = 4995 
dst....... Silahkan Mencoba dan mengotak-atik sendiri....;) 

Read More......

Bilangan pun bisa narsis


Akhir-akhir ini kita sering sekali mendengar kata narsis, entah dalam pergaulan sehari-hari ataupun dalam ranah jejaring sosial di dunia maya. Narsis, apa itu ya?!
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

nar·sis 
n 1 tumbuhan berbunga putih, krem, atau kuning, terdapat di daerah subtropis; Amarylidaceae; 2 bunga narsis


nar·sis·me 
n 1 hal (keadaan) mencintai diri sendiri secara berlebihan; 2 hal (keadaan) mempunyai kecenderungan (ke inginan) seksual dng diri sendiri
Versi Wikipedia:
Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang narsisme tidak selalu percaya diri di depan umum, namun bisa juga ditunjukkan dengan suka memfoto diri sendiri. Biasanya orang yang narsisme adalah seorang model. karena mereka sering sekali mendapatkan pujian dan itu menyebabkan mereka merasa percaya diri dan akhirnya berlebihan.
Nah temans, selain mahluk hidup bernyawa (terutama manusia), bilanganpun bisa memiliki rasa cinta diri yang berlebihan. Bilangan berapakah dia?

Bilangan itu adalah 153. Mari kita buktikan....

153 = 1³ + 5³ + 3³

Sementara bilangan lain? Untungnya tidak ada, jadi 153 adalah bilangan narsis tunggal...

Read More......

Misteri Dan Keunikan Angka 9


Dalam deretan angka yang kita kenal, angka 9 merupakan angka tertinggi (1-2-3-4-5-6-7-8-9) dan urutan angka ini sudah menjadi kesepakatan dan digunakan sejak dari jaman dulu kala. Sebagai pengguna, pernahkah kita berpikir atau melihat angka 9 merupakan angka yang unik? Mari kita lihat perkalian di bawah ini: 
1 x 9 = 9
2 x 9 = 18 ( 1 + 8 = 9, jumlahnya juga 9 )
3 x 9 = 27 ( 2 + 7 = 9, jumlahnya juga 9 )
4 x 9 = 36 ( 3 + 6 = 9, jumlahnya juga 9 )
5 x 9 = 45 ( 4 + 5 = 9, jumlahnya juga 9 )
6 x 9 = 54 ( 5 + 4 = 9, jumlahnya juga 9 )
7 x 9 = 63 ( 6 + 3 = 9, jumlahnya juga 9 )
8 x 9 = 72 ( 2 + 7 = 9, jumlahnya juga 9 )
9 x 9 = 81 ( 8 + 1 = 9, jumlahnya juga 9 )

Mengapa bisa seperti ini? Saya pun sama dengan Anda tidak tahu jawabannya. Tapi dengan keunikan ini, kita dapat menjadi lebih mudah mengajarkan kepada anak-anak kita yang masih kecil cara menghafalkan perkalian 9. Perhatikan baik-baik angka hasil perkalian 9 dengan bilangan yang sama dengan lebih kecil dari 5 dan perkalian 9 dengan bilangan yang sama dengan lebih besar dari 6, hasilnya (angkanya) cuma merupakan kebalikannya. Contoh 1 x 9 = 18 sementara 9 x 9 = 81. 
Hasil perkalian 9 bila dijumlahkan pun akan menjadi angka 9. Mengapa bisa begitu ya ?!

Read More......

Penemu Angka Nol

Kita pasti sudah sering mendengar istilah algoritma. Tapi, tahukah siapa penemunya? Bisa jadi kita menduga orang tersebut dari dunia Barat. Padahal, ia adalah seorang ilmuwan muslim yang bernama Al Khawarizmi.

Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Lahir di Khawarizmi, Uzbeikistan, pada 194 H/780 M. Kepandaian dan kecerdasannya mengantarkannya masuk ke lingkungan Dar al-Hukama (Rumah Kebijaksanaan), sebuah lembaga penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Ma’mun Ar-Rasyid, seorang khalifah Abbasiyah yang terkenal.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, algoritma berarti prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas. Nama itu berasal dari nama julukan al-Khawarizmi. Karya Aljabarnya yang paling monumental berjudul al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabalah (Ringkasan Perhitungan Aljabar dan Perbandingan). Dalam buku itu diuraikan pengertian-pengertian geometris. Ia juga menyumbangkan teorema segitiga sama kaki yang tepat, perhitungan tinggi serta luas segitiga, dan luas jajaran genjang serta lingkaran. Dengan demikian, dalam beberapa hal al-Khawarizmi telah membuat aljabar menjadi ilmu eksak.

Dalam bukunya, al-Khawarizmi memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan angka 0 (nol) yang dalam bahasa Arab disebut sifr. Sebelum al-Khawarizmi memperkenalkan angka nol, para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan.

Akan tetapi, hitungan seperti itu tidak mendapat sambutan dari kalangan ilmuwan Barat ketika itu, dan mereka lebih tertarik untuk mempergunakan raqam al-binji (daftar angka Arab, termasuk angka nol), hasil penemuan al-Khawarizmi. Dengan demikian, angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan al-Khawarizmi. Dari beberapa bukunya, al-Khawarizmi mewariskan beberapa istilah matematika yang masih banyak dipergunakan hingga kini. Seperti sinus, kosinus, tangen dan kotangen.

Karya-karya al-Khawarizmi di bidang matematika sebenarnya banyak mengacu pada tulisan mengenai aljabar yang disusun oleh Diophantus (250 SM) dari Yunani. Namun, dalam meneliti buku-buku aljabar tersebut, al-Khawarizmi menemukan beberapa kesalahan dan permasalahan yang masih kabur. Kesalahan dan permasalahan itu diperbaiki, dijelaskan, dan dikembangkan oleh al-Khawarizmi dalam karya-karya aljabarnya. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila ia dijuluki ”Bapak Aljabar.”

Bahkan, menurut Gandz, matematikawan Barat dalam bukunya The Source of al-Khawarizmi’s Algebra, al-Khawarizmi lebih berhak mendapat julukan “Bapak Aljabar” dibandingkan dengan Diophantus, karena dialah orang pertama yang mengajarkan aljabar dalam bentuk elementer serta menerapkannya dalam hal-hal yang berkaitan dengannya.

Al-Khawarizmi meninggal pada 262 H/846 M di Baghdad. Setelah al-Khawarizmi meninggal, keberadaan karyanya beralih kepada komunitas Islam. Yaitu, bagaimana cara menjabarkan bilangan dalam sebuah metode perhitungan, termasuk dalam bilangan pecahan; suatu penghitungan Aljabar yang merupakan warisan untuk menyelesaikan persoalan perhitungan dan rumusan yang lebih akurat dari yang pernah ada sebelumnya.

Di dunia Barat, Ilmu Matematika lebih banyak dipengaruhi oleh karya al-Khawarizmi dibanding karya para penulis pada Abad Pertengahan. Masyarakat modern saat ini berutang budi kepada al-Khawarizmi dalam hal penggunaan bilangan Arab. Notasi penempatan bilangan dengan basis 10, penggunaan bilangan irasional dan diperkenalkannya konsep Aljabar modern, membuatnya layak menjadi figur penting dalam bidang Matematika dan revolusi perhitungan di Abad Pertengahan di daratan Eropa. Dengan penyatuan Matematika Yunani, Hindu dan mungkin Babilonia, teks Aljabar merupakan salah satu karya Islam  di dunia Internasional.

Read More......

Kisah ajaib seputar matematika

Kisah-kisah Ajaib Seputar Matematika
gauss1Cerita-cerita ajaib dan membuat kita heran dapat ditemukan juga dari dunia matematika. Berikut ini merupakan kisah-kisah nyata yang diambil dari beberapa sumber.
Carl Friedrich Gauss
Carl Friedrich Gauss merupakan salah satu ilmuwan hebat dunia, ia juga diakui sebagai ahli matematika terbesar sepanjang masa. Hal ini cukup beralasan, sebab ia memang jenius sejak kecil. Pada saat Gauss berusia tiga tahun, ia berhasil menemukan kesalahan yang dilakukan ayahnya waktu sang ayah melakukan kalkulasi di bidang keuangan.
Gauss melakukan hal yang menakjubkan lagi saat ia berada di sekolah dasar. Pada waktu itu guru matematikanya meminta murid-murid menjumlahkan bilangan-bilangan dari 1 hingga 100. Ia melakukannya dengan harapan ia bisa beristirahat cukup lama sebelum melanjutkan pelajaran, namun ternyata Gauss berhasil menyelesaikan soal tersebut beberapa detik setelahnya. Gauss menyelesaikannya dengan cara yang unik: ia mengelompokkan bilangan dari 1 hingga 100 menjadi 1 dan 100, 2 dan 99, 3 dan 98, dan seterusnya hingga 50 dan 51. Jumlah setiap pasang bilangan adalah 101 dan ada 50 pasang bilangan, sehingga jumlah total bilangan adalah 50 x 101= 5050. Mantap.
Paul Wolfskehl
Ia bukan orang yang ahli matematika, melainkan orang industri dari Jerman. Lalu apa hubungannya dengan matematika?
Cerita Paul Wolfskehl ini lebih mengherankan lagi: hidupnya diselamatkan oleh matematika. Entah karena masalah percintaan atau karena penyakit yang dideritanya, suatu hari ia berniat mengakhiri hidupnya. Paul bahkan sudah merencakan tanggal dan pukul berapa ia akan bunuh diri dan menyiapkan pistol untuk kemudian diarahkan ke kepalanya. Beberapa jam sebelum ingin menembak dirinya, ia mengunjungi perpustakaan pribadinya dan menemukan sebuah makalah tentang teorema yang sangat terkenal: Fermat’s Last Theorem.
Ia mulai membaca, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk ia tenggelam dalam kesibukannya. Bukannya memikirkan mengenai bunuh diri, ia sibuk berpikir bagaimana cara memecahkan persoalan yang ada pada makalah tersebut. Perjuangannya memecahkan soal memang akhirnya gagal, namun tepat setelah itu dia sadar bahwa waktu yang ia tentukan untuk menembak dirinya sudah lewat. Ia pun terkagum dengan keindahan yang dia alami dalam memecahkan persoalan dan membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Sebagai “balas jasa”, ia menyelenggarakan hadiah 100.000 Marks bagi siapa yang dapat memecahkan permasalahan Fermat’s Last Theorem. Hadiah ini kemudian dikenal dengan nama hadiah Wolfskehl.
George Dantzig
Jika dua kisah pertama belum membuat anda heran, bisa dipastikan anda akan takjub dengan cerita mengenai seorang ahli statistika dan riset operasional ini. Waktu menempuh studi Doktoral, George Dantzig terlambat menghadiri suatu kuliah. Dua soal sudah dituliskan di papan tulis sewaktu ia memasuki ruangan. Ia pun menyalinnya dan mengerjakannya sebagai tugas kuliah. Beberapa saat kemudian ia sadar bahwa soal tersebut bukanlah soal yang mudah…namun karena merasa bahwa itu adalah tugas ia tetap mengerjakannya. Dua soal itupun akhirnya selesai, lalu George mengumpulkannya ke dosen pengampu dan meminta maaf atas lamanya waktu yang dia butuhkan untuk menyelesaikannya dengan beralasan bahwa soal tersebut “sedikit lebih sulit daripada biasanya”.
Kira-kira enam minggu sesudahnya, sang dosen datang ke rumah George sambil tergopoh-gopoh membawa tugas yang ia kumpulkan. Si empunya rumah sempat merasa tidak enak dan berpikir bahwa ia sudah melakukan kesalahan, namun ternyata…? Sang dosen memberitahunya bahwa apa yang ia pecahkan adalah dua soal statistika terkenal tinggi yang belum terpecahkan oleh siapapun. George menjadi orang pertama yang berhasil memecahkannya dan pekerjaannya dirangkum menjadi sebuah makalah untuk kemudian dipublikasikan oleh sang dosen. Tidak berhenti sampai di situ, tahun berikutnya saat George bingung menentukan topic disertasi, sang dosen berkata bahwa penyelesaian dua soal tersebut akan diterimanya sebagai disertasi…
Kisah mengenai George Dantzig ini bahkan dipakai oleh seorang pendeta di masa itu sebagai bahan khotbah tentang kekuatan dari berpikir positif. Lebih lanjut lagi, sebuah film populer berjudul Good Will Hunting dibuat pada 1997 berdasarkan kisah George Dantzig.
Mencengangkan? Itulah serangkaian contoh bahwa dunia matematika pun bisa membuat kita terheran-heran…
Diambil dari beberapa sumber.

Read More......

Search This Blog

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

choiriyah fitriani amiliyah. Diberdayakan oleh Blogger.