Tampilkan postingan dengan label Muhammadiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammadiyah. Tampilkan semua postingan

9 September - Sang Pencerah Tayang Di Bioskop







Yogyakarta- Film perjalanan hidup KH Ahmad Dahlan "Sang Pencerah" akan ditayangkan serentak pada tanggal 9 September 2010 di pulau Jawa. Sedangkan penayangan perdana akan dilakukan pada tanggal 4 September 2010 di Jakarta

Demikian disampaikan Ben Soebiakto, produser film Sang Pencerah yang dihubungi via telepon, Ahad (22/08/2010). Menurut Ben Soebiakto, film Sang Pencerah akan diputar perdana di Rasuna Epicentrum XXI Jakarta, dengan mengundang seluruh pendukung film dan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Film yang mengisahkan perjalanan KH Ahmad Dahlan sampai berdirinya organisasi Muhammadiyah ini dibintangi antara lain, Lukman Sardi, Slamet Rahardjo, Ikranegara, Zaskia Adya Mecca, Sujiwo Tejo, Giring Nidji, Muhammad Ihsan Tarore, Yati Surachman, dan pemeran pendukung lainnya.

Film yang mengambil setting pada tahun 1800-an ini, mengambil lokasi syuting diberbagai tempat. Menurut Hanung Bramantyo, hal tersebut dilakukan demi mendapat latar yang sesuai dengan Yogyakarta awal abad 20. Diantara beberapa tempat pengambilan gambar tersebut adalah, di Kauman (Yogyakarta), Kotagede (Yogyakarta), Museum Kereta Api Ambarawa, dan Kebun Raya Bogor. Khusus untuk Kebun Raya Bogor menurut Hanung, untuk menghidupkan kembali suasana Tugu Yogyakarta yang saat ini telah berubah secara signifikan dibanding 100 tahun lalu.

Read More......

Metode Penentuan Arah Kiblat Telah Termuat dalam Pedoman Hisab Muhammadiyah

Yogyakarta – Halaman 25 hingga 42 Pedoman Hisab Muhammadiyah telah memuat secara detail pengertian kiblat, dalil, penentuan arah kiblat, cara mengukur, langkah-langkah pengukuran dan perhitungan disertai contoh-contoh perhitungannya. Pedoman yang terbit pertama Desember 2008 ini telah menjadi panduan warga Muhammadiyah dalam menentukan arah kiblat.

Dalam buku yang bisa di unduh di link ini : DOWNLOAD, salah satu contoh perhitungan, Azimut Kiblat dari Kota Yogyakarta 294° 42' 46,34" , artinya sekitar 24° dari Barat ke barat laut. Pedoman ini juga memuat contoh perhitungan arah kiblat untuk lokasi-lokasi di berbagai belahan dunia seperti kota Paramaribo, Suriname (Azimut Kiblat = 68° 07' 58,40''), Kota Amsterdam di Belanda (Azimut Kiblat = 125° 35' 24,96''), dan Kota Teheran di Iran (Azimut Kiblat = 218° 34' 30,38'').

Pedoman ini juga menyatakan bahwa secara historis cara penentuan arah kiblat di Indonesia mengalami perkembangan sesuai dengan kualitas dan kapasitas intelektual di kalangan kaum muslimin. Perkembangan penentuan arah kiblat ini dapat dilihat dari perubahan besar yang dilakukan Muhammad Arsyad al-Banjari7 dan K.H. Ahmad Dahlan8 atau dapat dilihat pula dari alat-alat yang dipergunakan untuk mengukurnya, seperti miqyas, tongkat istiwa’, rubu’ mujayyab, kompas, dan teodolit. Selain itu sistem perhitungan yang dipergunakan mengalami perkembangan pula, baik mengenai data koordinat maupun mengenai sistem ilmu ukurnya.

Pada saat ini metode yang sering digunakan dalam pengukuran arah kiblat ada tiga macam, yakni: (1) memanfaatkan bayang-bayang kiblat, (2) memanfaatkan arah utara geografis (true north), dan (3) mengamati/ memperhatikan ketika matahari tepat berada di atas Kakbah. (arif)



Download Pedoman : http://62010.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_details&gid=4&Itemid=160

Read More......

Film Sang Pencerah Tayang Mulai 9 September



Yogyakarta- Film perjalanan hidup KH Ahmad Dahlan "Sang Pencerah" akan ditayangkan serentak pada tanggal 9 September 2010 di pulau Jawa. Sedangkan penayangan perdana akan dilakukan pada tanggal 4 September 2010 di Jakarta

Demikian disampaikan Ben Soebiakto, produser film Sang Pencerah yang dihubungi via telepon, Ahad (22/08/2010). Menurut Ben Soebiakto, film Sang Pencerah akan diputar perdana di Rasuna Epicentrum XXI Jakarta, dengan mengundang seluruh pendukung film dan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Film yang mengisahkan perjalanan KH Ahmad Dahlan sampai berdirinya organisasi Muhammadiyah ini dibintangi antara lain, Lukman Sardi, Slamet Rahardjo, Ikranegara, Zaskia Adya Mecca, Sujiwo Tejo, Giring Nidji, Muhammad Ihsan Tarore, Yati Surachman, dan pemeran pendukung lainnya.

Film yang mengambil setting pada tahun 1800-an ini, mengambil lokasi syuting diberbagai tempat. Menurut Hanung Bramantyo, hal tersebut dilakukan demi mendapat latar yang sesuai dengan Yogyakarta awal abad 20. Diantara beberapa tempat pengambilan gambar tersebut adalah, di Kauman (Yogyakarta), Kotagede (Yogyakarta), Museum Kereta Api Ambarawa, dan Kebun Raya Bogor. Khusus untuk Kebun Raya Bogor menurut Hanung, untuk menghidupkan kembali suasana Tugu Yogyakarta yang saat ini telah berubah secara signifikan dibanding 100 tahun lalu. (mac)

Editor : Machhendra Setyo Atmaja

Read More......

Siswi SD Muhammadiyah Pucang Raih Medali Emas Di Kontes Matematika Internasional 2010

Surabaya – Dhia Fairuz Shabrina, siswi SD Muhammadiyah 4 Surabaya berhasil meraih medali emas dalam dalam International Mathematic Contest (IMC) Union 2010 di Singapura. Pengumuman peraih medali disampaikan pada penutupan IMC 2010, Senin (9/8/2010). Pelaksaan kontes berlangsung sehari sebelumnya di DPS School Internasional Singapura.

Ade, sapaan akrab Dhia Fairuz Shabrina, mengaku tidak membayangkan sebelumnya bisa meraih medali emas. Dia menyatakan sempat tersentak saat namanya lebih awal disebut dari lima siswa Indonesia yang meraih medali emas. ''Saya tidak menyangka,'' ucapnya. Maklum, ini kali pertama Ade mengikuti kontes matematika, demikian berita yang dirilis website resmi SD Muh Pucang. Ade meraih medali emas bersama empat peserta lainnya dari Indonesia, yaitu Stanley Orlando (SD Santa Ursula), Nicolas Steven Husada (Univeral School), Fauzan Rafif Meinaldy (SD Al Azhar 17 Bintaro), dan Agasha Kareef Ratam (SDI Al Izhar Pondok Labu Jakarta).
Suasana bangga dan bahagia sangat terasa saat menyambut kedatangan Ade dibandara Juanda sekitara pukul 21.00. Orang tua beserta rombongan kepala sekolah Ustad M.Sholihin beserta guru dan teman-teman sekelas langsung memberikan ucapan selamat. Tak lupa sebelum pulang rombongan menyempatkan diri untuk foto bersama sang juara.
Secara keseluruhan, kontingen Indonesia meraih 5 medali emas, 21 perak, dan 42 perunggu. Siswa dari Cina mendominasi perolehan medali dengan merebut 44 emas, disusul Singapura 12 emas, Korea Selatan, Hongkong, dan Cina Taipeh dengan masing-masing 8, 7, dan 6 medali emas.
Dari sembilan negara peserta, Cina terbanyak mengirimkan siswanya, yakni 415 orang. Filipina mengirim 136 siswa, Indonesia 115, Malaysia 90, China Taipeh 70, Korea Selatan 61, Singapura 50, Hongkong 39, dan Tailand 23 orang.



Read More......

Search This Blog

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

choiriyah fitriani amiliyah. Diberdayakan oleh Blogger.