Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

8 Kecantikan Seorang Muslimah


1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan
mata kaum laki-laki.

Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan
memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.

2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu
menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.

3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.

4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan
suaranya yang hangat. Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku
sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik.
Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan mejadi istri dan ibu
yang baik.

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.

8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk
memberi.
Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja. Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat. Mudah caranya, murah biayanya. Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantik an ini sifatnya abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja
menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih ? Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?

Sumber: “Ya Ma’syaru Ar-Rijaal, Rifqan bin An-nisaa

Read More......
Category: 0 komentar

Wanita Agar Engkau Bahagia


Tidak ada kecantikan bagi seorang wanita, tiada pula keindahan, harga diri dan kedudukan kecuali beriman kepada Allah swt. Apabila dirinya tegak di atas jalan ini, maka dia lah wanita yang mendapat petunjuk, diterima amalnya dan menjadi wanita pilihan disisi RabbNya.

Namun, jika dia melepaskan jalan kebenaran tersebut,kafir terhadap Tuhannya, mengingkari agamanya dan melepaskan tuntutanNya, maka dia lah cermin kepada wanita yang murahan, hina dan terbuang.

Pada saat itulah sinar kecantikan seorang wanita mula menghilang, walau berkalung gugusan bintang di langit, meskipun bermahkota bintang gemini dan matahari terbit di keningnya.

Wahai wanita muslimah yang jujur, wahai wanita mu'minah yang selalu kembali kepada Allah.

Jadikanlah dirimu itu seperti sepohon kurma. Jauh dari keburukan, menjulang tinggi menghindar dari sifat mengangau. Dilempar dengan batu dia menjatuhkan buahnya, tetap hijau pada musim panas mahupun dingin dan memberikan manfaat kepada sekalian manusia.

Jadilah engkau orang yang menjauhi perkara-perkara yang rendah, keperibadianmu terjaga dari segala pola hidup yang menipu rasa malu. Ucapanmu adalah zikir, pandanganmu melahirkan ibrah, diammu adalah berfikir.

Saat itulah engkau mendapatkan ketenangan dan akan diterima oleh penduduk bumi. Tercurah segala pujian yang baik-baik, doa yang jujur dari semua makhluk, dan Allah swt akan menjauhkanmu dari awan kesempitan, bayang-bayang ketakutan, dan gumpalan kekeruhan.

Tidurlah berbantalkan curahan doa orang-orang mu'min, lalu bangunlah untuk meraih pujian yang ditujukan kepadamu. Saat itulah engkau mula menyedari bahawa kebahagiaan bukan terdapat pada simpanan harta, kad kredit dan kereta, rumah yang bagaikan istana, mahupun pada kasih nya seorang manusia, namun pada ketaatan terhadap Zat Yang Maha Terpuji. Kedamaian hidup bukan pada hiasan keduniaan, bukan pula mengabdi kepada hamba, namun kepada kepatuhan terhadap Zat Yang Maha Mulia.

Pesanku, jadilah seorang wanita yang bermaruah, yang punya kedudukan tinggi di sisi Tuhannya. Di mana namanya sentiasa disebut-sebut dalam kalangan para malaikat, dan yang berjaya memperoleh cinta yang Teragung, iaitu cintanya Ya Rabb lantas menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. 

Sumber : Laa Tahzan

Read More......
Category: 0 komentar

Definisi Haidh dan Waktunya


Darah yang keluar dari kemaluan wanita ada tiga macam. Pertama adalah darah haidh, yaitu darah normal yang keluar secara periodik (bulanan) yang menunjukkan bahwa wanita itu dalam keadaan sehatKedua adalah darah istihadhah, yaitu darah yang keluar dari kemaluan wanita justru karena wanita itu dalam keadan sakit. Dan ketiga adalah darah nifas, yaitu darah yang keluar bersamaan dengan anak bayi ketika melahirkan. Masing-masing jenis darah wanita ini mempunyai hukum tersendiri.

Pengertian Haidh. 

Secara bahasa haidh itu artinya mengalir. Dan makna haadhal wadhi adalah bila air mengalir pada wadi itu.

Secara syariah haidh adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita atau tepatnya dari dalam rahim wanita bukan karena kelahiran atau karena sakit selama waktu masa tertentu. Biasanya berwarna hitam, panas, dan beraroma tidak sedap. 

Di dalam Al-Quran Al-Kariem dijelaskan tentang masalah haidh ini dan bagaimana menyikapinya.

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS. Al-baqarah :222) 

Demikian juga di dalam hadis Bukhari dan Muslim disebutkan tentang masalah haidh bagi seorang wanita. 

Dari Aisyah r.a berkata ; "Bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang haidh, "Haidh adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah kepada anak-anak wanita Nabi Adam (HR. Bukhari Muslim) 

Usia Mulai dan Berakhirnya Haidh.

Para ulama sepakat menyebutkan bahwa haidh itu dimulai pada masa balighnya seorang wanita, yaitu kira-kira usia 9 tahun menurut hitungan tahun hijriyah. Atau 354 hari secara hitungan hari . 
Dan haidh itu akan berakhir hingga memasuki menopouse atau sinnul-ya'si. Maka bila ada darah keluar sebelum masa rentang waktu ini bukanlah darah haidh tetapi darah penyakit.

Namun para ulama berbeda pendapat tentang kapankah sinnul-ya'si untuk seorang wanita. Imam Abu Hanifah menetapkan bahwa sinnul ya'si itu terjadi pada usia 50 tahun. Sedangkan Al-Malikiah mengatakan pada usia 70 tahun. Apapun kalangan mazhab As-Syafi'iyah justru berpendapat bahwa tidak ada batas usia akhir, sehingga selama darah itu masih keluar, maka seumur hidup masih dianggap haidh. Terakhir pendapat kalangan Al-Hanabilah mengatakan 50 tahun dengan dalil : 
"Bila wanita mencapai usia 50 keluarlah dia dari usia haidh (HR. Ahmad). 

Lama Haidh Bagi Seorang Wanita 

Sedangkan berapa lamanya seorang wanita secara normal mendapatkan haidh, para ulama memberikan pendapat yang beragam. 

Mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bahwa paling cepat haidh itu terjadi selama tiga hari tiga malam. Dan bila kurang dari itu tidaklah disebut haidh tetapi istihadhah atau darah penyakit. Sedangkan paling lama menurut madzhab ini adalah sepuluh hari sepuluh malam, kalau lebih dari itu bukan haidh tapi istihadhah. 

Dasar pendapat mereka adalah hadis berikut ini.
"Dari Abi Umamah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Haidh itu paling sepat buat perawan dan janda tiga hari. Dan paling lama sepuluh hari. (HR. Tabarani dan Daruquthni dengan sanad yang dhaif) 
Mazhab Al-Malikiyah mengatakan paling cepat haidh itu sekejap saja. Sehingga bila ada seorang wanita mendapatkan haidh dalam sekejap itu, maka puasa, shalat dan tawafnya batal. Namun dalam kasus 'iddah dan istibra` lamanya satu hari . 

As-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa paling cepat haidh itu adalah satu hari satu malam. Dan umumnya enam atau tujuh hari. Dan paling lama lima belas hari lima belas malam. Bila lebih dari itu maka sudah dianggap sebagai darah istihadhah. Pendapat ini sesuai dengan ucapan Ali bin Abi Thalib r.a yang berkata : "Bahwa paling cepat haidh itu sehari semalam, dan bila lebih dari lima belas hari menjadi darah istihadhah." 

Lama Masa Suci

Masa suci adalah jeda waktu antara dua haidh yang dialami oleh seorang wanita. Masa suci memiliki dua tanda. Pertama; keringnya darah. Kedua; adanya air yang berwarna putih pada akhir masa haid. 
Untuk masa ini, mayoritas ulama selain Al-Hanabilah mengatakan bahwa masa suci itu paling cepat lima belas hari. Sedangkan Al-Hanabilah mengatakan bahwa : 'Masa suci itu paling cepat adalah tiga belas hari. Sedangkan untuk masa yang paling lama dari masa suci para ulama sepakat mengatakan tidak ada. 

Sumber : Ust. Ahmad Sarwat

Read More......
Category: 0 komentar

Search This Blog

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

choiriyah fitriani amiliyah. Diberdayakan oleh Blogger.