Kepribadian : Sanguinis, Melankoli, Koleris, Phlegmatis

Sanguinis

Yang pertama, kata Florence adalah golongan Sanguinis, “Yang
Populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh
orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka
senangsekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya
bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak
kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis
tersedu-sedu.

Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit
berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba
tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda
cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis.
Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan
waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana.
Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat
mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia
lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa
dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari
kemudian ia tak lakukan apapun juga.

Melankoli

Lain lagi dengan tipe kedua, golongan melankoli, “Yang
Sempurna”. Agak berseberangan dengan sang sanguinis.
Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola.
Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data,
angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara
mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja
mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung
menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara
pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan
secara mendalam sekali.

Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu
ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang
`melankoli’ tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang
membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula
coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri `melankoli’
anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya,
jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan
rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis
pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-
tiba jadi lain.

Koleris

Ketiga, manusia Koleris, “Yang Kuat”. Mereka ini suka sekali
mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang.
Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun
bisa sajaia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya
yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak
teman. Orang-orangberusaha menghindar, menjauh agar tak jadi
`korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan.
Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan
segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka
sangat “goal oriented”,tegas, kuat, cepat dan tangkas
mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin.

Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat
pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah
kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat
dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia
katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula
mengalah.

Phlegmatis

Hal ini berbeda sekali dengan jenis keempat, sang Phlegmatis
“Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu
disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka.
Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah
atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai
tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit,
asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan.

Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba
dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah
umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi
pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil
keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-
tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang
yang asyik bicara terus, maka pastilah parapendengar yang
berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu
saja sang Sanguinis.

Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini.
Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak
jalan”. Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis,
anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh
dirinya.

Category: 0 komentar

0 komentar:

Search This Blog

Blog Archive

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

choiriyah fitriani amiliyah. Diberdayakan oleh Blogger.